23 03 2003 – 23 03 2019
Hari dimana kau dan aku menjadi KITA
Bukan lagi hanya tentang kau
Bukan lagi hanya tentang aku
Tapi harus tentang KITA
Jangan hanya ingin mu
Jangan hanya ingin ku
Tapi keinginan kita
Bukan kau yang sempurna
Bukan aku yang sempurna
Tapi kita yang menyempurnakan
Tidak perlu memandang kekuranganmu
Tidak perlu memandang kekuranganku
Yang kita perlu lakukan hanya saling melengkapi
Dua orang berbeda yang bersama untuk menyatu
16 tahun perjalanan kita semoga rumah yang kita bangun adalah rumah yang nyaman , rumah yang memberikan ketenangan untukmu dan untukku dan untuk anak anak kita
Semoga rumah kita bukanlah rumah laba laba karena rumah laba laba adalah rumah yang secara fisik terbuat dari material yang paling kokoh tapi justru menjadi rumah yang paling rapuh
“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.”(QS. Al Ankabut, 39 : 41)
Laba-laba betina memakan si pejantan, ia tidak membutuhkan si pejantan setelah dibuahi
Setelah melakukan pembuahan, laba-laba betina akan memakan laba-laba pejantan, 
Semoga kau dan aku tidak seperti laba laba karena aku mencintaimu maka takkan sanggup aku menyakitimu dan begitupun kau padaku, 
Jangan sakiti aku tapi cintailah aku, 
Kau jaga hatimu ku jaga hatiku 
Lindungi diriku dan aku berkhidmat kepadamu. 
Kau bahagia, aku bahagia
Senyummu adalah senyumku
Kau tempatku bersandar, aku tempatmu bermanja.
Laba-laba jantan lari setelah membuahi, dan ia meninggalkan rumah
Karena terancam akan dimakan oleh betinanya, para pejantan biasanya melarikan diri dari sarang. Hal ini menyiratkan ciri ‘laki-laki takut istri’ dan sifat kepengecutan. 
Jangan lari dari rumah dan tanggung jawabmu sebagai kepala keluarga
Jadilah pemimpinku yang amanah
Pun begitu denganku , aku akan menghormatimu dan patuh padamu sebagai pemimpinku.
Aku akan menenangkan hatimu dan tidak akan mengancammu
Semoga akulah orang yang akan selalu kau rindukan

Anak-anak laba-laba memakan induknya
Setelah terlahir, anak laba-laba rupanya akan berebut memakan induknya, lalu memakan sesamanya sebelum kemudian meninggalkan jaring laba-laba milik induknya. Perilaku ini menyimbolkan kedurhakaan pada orang tua, terlebih pada ibu. Selain itu sikap memakan sesama menggambarkan ke-tidak-rukun-an dan saling menyakiti sesama saudara.

Aku akan berdiri disampingmu dalam mendidik anak anak kita
Menjadi anak anak yang shaleh
Tidak hentinya aku akan berdoa agar mereka menjadi anak yang berbhakti
Semoga anak anak kita tidak seperti laba laba
Semoga mereka tetap bersaudara bahkan ketika kau dan aku sudah tiada
Aamiiin

DIA LUPA, TAPI KUPERCAYA,..CIEEEH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.